AHMAD ROFIQ

October 24, 2008

Hikmah Puasa Bagi Kesehatan

Filed under: artikel — ahmadrofiq @ 7:55 am

Oleh: Ahmad Rofiq

Menjalankan ibadah puasa adalah sebuah kewajiban bagi umat muslim, namun jika dilihat dari sisi kesehatan dibalik nilai ibadah yang dijalankan sebulan penuh tiap tahun ini, juga tersimpan banyak manfaat. Kesehatan merupakan nikmat yang tidak dapat dinilai dengan harta benda. Untuk menjaga kesehatan, tubuh perlu diberikan kesempatan untuk istirahat. Puasa, yang mensyaratkan pelakunya untuk tidak makan, minum, dan melakukan perbuatan-perbuatan lain yang membatalkan puasa dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani pelakunya.

Puasa dapat mencegah penyakit yang timbul karena pola makan yang berlebihan. Makanan yang berlebihan gizi, belum tentu baik untuk kesehatan seseorang. Kelebihan gizi atau overnutrition mengakibatkan kegemukan yang dapat menimbulkan penyakit degeneratif seperti kolesterol dan trigliserida tinggi, jantung koroner, kencing manis (diabetes mellitus), dan lain-lain.

Pengaruh puasa terhadap kesehatan jasmani meliputi berbagai aspek kesehatan, diantaranya yaitu:
1. Memberikan kesempatan istirahat kepada alat pencernaan. Pada hari-hari ketika tidak sedang berpuasa, alat pencernaan di dalam tubuh bekerja keras, oleh karena itu sudah sepantasnya alat pencernaan diberi kesempatan untuk istirahat.
2. Membersihkan tubuh dari racun dan kotoran (detoksifikasi). Dengan puasa, berarti membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita sehingga menghasilkan enzim antioksidan yang dapat membersihkan zat-zat yang bersifat racun dan karsinogen dan mengeluarkannya dari dalam tubuh.
3. Menambah jumlah sel darah putih. Sel darah putih berfungsi untuk menangkal serangan penyakit sehingga dengan penambahan sel darah putih secara otomatis dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
4. Menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh.
5. Memperbaiki fungsi hormon, meremajakan sel-sel tubuh.
6. Meningkatkan fungsi organ tubuh.

Untuk memperoleh manfaat tersebut, harus dijalankan dengan aturan yang benar dan tidak asal-asalan. Bagaimana memadukan antara ibadah dan mendapatkan manfaat bagi kesehatan kita?. Berikut kami suguhkan 6 tips menjalankan puasa sehat: klik selanjutnya

May 7, 2008

PERUBAHAN DALAM KEPERAWATAN

Filed under: artikel — ahmadrofiq @ 10:26 pm

Created by: Rusana, S.Kep., Ns./ anarofiq@yahoo.co.id

Pengertian Dasar: Beranjak dari status quo

Pengertian Praktis:

  • Tumbuh/ pertumbuhan
  • Kembang/ perkembangan/ berkembang
  • Gerak/ pergerakan/ bergerak
  • Transformasi/ peralihan/ beralih
  • Pembaharuan/ inovasi/ modernisasi
  • Hidup

Berubah (Change)
“An act of process that makes something or someone different in some way”
“The process og moving from one system to another”
“Transition to a different end”

Sifat Kejadian

  1. Berubah dan proses berubah menyetu dengan hidup dan kehidupan manusia
  2. Berubah dan proses berubah menyatu dengan alam semesta
  3. Berubah dan proses berubah merupakan proses yang berkelanjutan

Berubah dan Manusia/ Masyarakat

  1. Lahir-tumbuh-kembang-dewasa-pembiakan
  2. Lahir- tumbuh-kembang-mati
  3. Senang-susah; sehat-sakit
  4. Budaya-tata nilai; tradisional-modern
  5. Pergolakan/ pergerakan/ mobilitas masyarakat
  6. Berpikir/ berkehendak/ berupaya/ belajar

Faktor Yang Mendukung Perubahan selanjutnya

PENGEMBANGAN INSTRUKSIONAL

Filed under: artikel — ahmadrofiq @ 10:01 pm

Created By: Rusana, S.Kep., Ns
Teknologi Instruksional

A. Definisi:

1. Suatu proses yang kompleks & terpadu dari manusia, prosedur, ide, alat dan organisasi untuk mengelola usaha pemecahan masalah dalam situasi belajar yang bertujuan dan terkontrol (AECT, 1971).

2. Pemecahan masalah pengajaran dengan pendekatan sistem berdasarkan konsepsi teknologi instruksional yang merupakan bagian dari teknologi pendidikan

3. Pemecahan masalah berbentuk sistem instruksional yang lengkap, yang merupakan kombinasi dari komponen sistem instuksional yang sengaja dirancang, dipilih dan digunakan secara terpadu.

B. Pola Instruksional

1. Pola instruksional tradisional
Tujuan –>penetapan isi–> dosen–> mahasiswa
metode

2. Pola instruksional dibantu alat peraga
Tujuan–>penetapan isi–> dosen–> mahasiswa
Metode            dengan media

3. Pola instruksional dengan media
Tujuan–>penetapan isi–> dosen–> mahasiswa
Metode                media

C. Model Pengembangan Instruksional selanjutnya

April 2, 2008

PERKEMBANGAN menurut DENVER II (DDST II)

Filed under: Tumbuh Kembang — ahmadrofiq @ 1:50 pm

By. Rusana, S.Kep., Ns

Pengertian

Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Disini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk juga perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya (Soetjiningsih, 1997).

Perkembangan Menurut Denver II

Denver II adalah revisi utama dari standardisasi ulang dari Denver Development Screening Test (DDST) dan Revisied Denver Developmental Screening Test (DDST-R). Adalah salah satu dari metode skrining terhadap kelainan perkembangan anak. Tes ini bukan tes diagnostik atau tes IQ. Waktu yang dibutuhkan 15-20 menit.

a. Aspek Perkembangan yang dinilai

Terdiri dari 125 tugas perkembangan.

Tugas yang diperiksa setiap kali skrining hanya berkisar 25-30 tugas

Ada 4 sektor perkembangan yang dinilai:

1) Personal Social (perilaku sosial)

Aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya.

2) Fine Motor Adaptive (gerakan motorik halus)

Aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk mengamati sesuatu, melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan otot-otot kecil, tetapi memerlukan koordinasi yang cermat.

3) Language (bahasa)

Kemampuan untuk memberikan respons terhadap suara, mengikuti perintah dan berbicara spontan

4) Gross motor (gerakan motorik kasar)

Aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh.

b. Alat yang digunakan

Ø Alat peraga: benang wol merah, kismis/ manik-manik, Peralatan makan, peralatan gosok gigi, kartu/ permainan ular tangga, pakaian, buku gambar/ kertas, pensil, kubus warna merah-kuning-hijau-biru, kertas warna (tergantung usia kronologis anak saat diperiksa).

Ø Lembar formulir DDST II

Ø Buku petunjuk sebagai referensi yang menjelaskan cara-cara melakukan tes dan cara penilaiannya.

c. Prosedur DDST terdiri dari 2 tahap, yaitu: selanjutnya

February 27, 2008

APENDIKSITIS

Filed under: Contekan — ahmadrofiq @ 5:24 am

• Apendiks (appendiks Vermiformis) terletak posteromedial dari caecum pada regio perut kanan bawah.
• Apendiks termasuk organ intra peritoneal. Walaupun kadang juga ditemukan retroperitoneal.
• Organ ini tidak mempunyai kedudukan menetap di dalam rongga perut (rongga peritoneal).
• Panjangnya 5 – 10 cm dengan berbagai posisi (retrocaecal, pelvical, dll)
• Walaupun sangat jarang kadang dijumpai pada regio kiri bawah.
• Mendapat aliran darah dari cabang arteri ileocaecal yang merupakan satu-satunya feeding arteri untuk apendiks, sehingga apabila terjadi trombus akan berakibat terbentuknya ganggren dan berakibat lanjut terjadinya perforasi apendiks.

APENDIXITIS AKUT

Adalah radang pada jaringan apendiks

• Istilah apendisitis pertamakali diperkenalkan oleh Reginal Fitz pada tahun 1886 di Boston.
• Morton pertamakali melakukan operasi apendektomi pada tahun 1887 di Philadelphia.
• Apendisitis akut pada dasarnya adalah obstruksi lumen yang selanjutnya akan diikuti oleh proses infeksi dari apendiks.
• Penyebab obstruksi dapat berupa :
- Hiperplasi limfonodi sub mukosa dinding apendiks.
- Fekalit
- Benda asing
- Tumor.
• Adanya obstruksi mengakibatkan mucin / cairan mukosa yang diproduksi tidak dapat keluar dari apendiks, hal ini semakin meningkatkan tekanan intra luminer sehingga menyebabkan tekanan intra mukosa juga semakin tinggi.
• Tekanan yang tinggi akan menyebabkan infiltrasi kuman ke dinding apendiks sehingga terjadi peradangan supuratif yang menghasilkan pus / nanah pada dinding apendiks.
• Selain obstruksi, apendisitis juga dapat disebabkan oleh penyebaran infeksi dari organ lain yang kemudian menyebar secara hematogen ke apendiks.

Klasifikasi Apendisitis
Ellis membagi apendiks menjadi :
1. Apendisitis akut tanpa komplikasi/ perforasi.
2. Apendisitis akut dengan komplikasi/ perforasi (peritonitis, abses/ infitrat)

GEJALA KLINIS :
• Nyeri perut periumbilikal kemudian menetap di kanan bawah.
• Anoreksia, mual muntah.
• Obstipasi, diare
• Disuria.
• Demam

PEMERIKSAAN FISIK
• Nyeri tekan Mc. Burney
• Rovsing sign, Psoas sign, Obturator sign

LABORATORIUM

• Lekositosis, lekosit > 10.000 /mm3
• Netrofilia.

DIAGNOSIS
• Gejala klinis
• Laboratoris.
• X-rays
• USG.
• Ct scan

TERAPI
• Apendektomi terbuka
• Laparoskopi apendektomi

Download pdf gambar appendixitis disini (90Kb)

HEMORHOID

Filed under: Contekan — ahmadrofiq @ 5:20 am

Wasir, Ambeyen, Haemorhoid adalah pelebaran vena – vena flexus hemorhoidalis

Hemorhoid dibagi menjadi 2 jenis yaitu:
1. Hemorhoid interna, adalah varices plexus hemoroidalis superior diatas linea dentata, permukaannya dilapisi oleh mukosa.
2. Hemorhoid eksterna : yaitu varices plexus hemorhoidalis inferior di bawah linea dentata, permukaannya ditutupi oleh kulit

Hemorhoid interna dapat dibagi menjadi 4 derajat, yaitu:
Derajat I :Pelebaran vena masih tetap ditempat, Kadang – kadang disertai perdarahan.
Derajat II :Mulai ada benjolan, kalau mengejan benjolan keluar dan setelah itu masuk sendiri.
Derajat III :Saat mengejan benjolan keluar, untuk masuk lagi harus didorong dengan jari.
Derajat IV :Sudah prolaps, benjolan tidak dapat masuk kembali walaupun didorong dengan jari.

PENYEBAB
• Mengejan pada posisi jongkok waktu BAB.
• Obstipasi
• Kehamilan.
• Obesitas.
• Aliran balik vena ( misalnya pada sirosis hepatis ).
• Diet rendah serat.

GEJALA KLINIS
• Perdarahan, merupakan gejala awal pasien hemorhoid.
• Anemia.
• Nyeri, terutama pada hemorhoid eksterna.
• Benjolan, akibat adanya trombus

PEMERIKSAAN FISIK
• Inspeksi dan palpasi benjolan.
• Rectal toucher . Jika belum terbentuk trombus biasanya tidak teraba dan tidak sakit.
• Anuskopi.

DIFERENSIAL DIAGNOSIS
• Ca colorektal
• Divertikulitis
• Polip adenomatosa.
• Kolitis ulserativa.
• Prolaps rekti.

KOMPLIKASI
• Perdarahan akut, akan menyebabkan syok hipovolemik.
• Perdarahan kronik, akan menyebabkan anemia.
• Inkarserata, akibat adanya jepitan.

TERAPI
• Medikamentosa : diet tinggi serat dan laksantia ringan.
• Skleroterapi.
• Ligasi dengan cincin karet.
• Cryosurgery
• Operasi Hemorhoidektomi

Download pdf  40 Kb  Gambar Haemorhoid disini

PEMBELAJARAN/ PENGAJARAN DI KLINIK (PPK)

Filed under: Uncategorized — ahmadrofiq @ 1:09 am

Pembelajaran/ Pengajaran Di Klinik adalah:
• Bentuk kegiatan pendidikan/ pengalaman belajar untuk menumbuhkan serta membina sikap dan ketrampila profesional keperawatan peserta didik dengan lingkungan belajar pada tatanan nyata
• Bentuk program pendidikan untuk mempersiapkan tenaga keperawatan profesional khususnya di lapangan

Kerangka kerja PPK lanjutkan disini

February 18, 2008

APLIKASI NANDA, NIC dan NOC

Filed under: Mangan Bareng Yuk — ahmadrofiq @ 3:38 am

Oleh: Ahmad Rofiq 

Beberapa hari yg lalu, tepatnya sabtu, 16 Pebruari 2008,  STIKES Al-Irsyad Cilacap menyelenggarakan acara workshop keperawatan tentang aplikasi Nanda, Nic dan Noc. Selaku pembicara Yektiningtyastuti, S.Kep.,M.Kep.,Sp.Mat., Puket 1 Stikes Al-Irsyad Cilacap dan Darmini, S.Kep., Ners, Clinical Instruktur (CI)  RSUD Margono Purwokerto.

Kesan yang saya tangkap sebagai peserta, bahwa workshop ini hanya sebatas membahas bagaimana cara membaca dan menggunakan buku diagnosa keperawatan versi Nanda, Nic dan Noc. Proses pembacaan dan peggunaan yg njlimet menjadi sebuah keharusan bahwa penggunaan softwer atau perangkat lunak sistem komputer menjadi sebuah keharusan agar aplikasi “triple N” ini dapat dijalankan dan diterapkan di rumah sakit. Sekali lagi tanpa dukungan softwer tsb, maka omong kosong kalau aplikasi ini dapat digunakan scr optimal.

Permasalahannya adalah bagaimana pengadaan softwer ini terutama dalam versi Indonesia, mengingat sebagian besar perawat kita tidak melek bahasa asing. Tentu ini sebuah pekerjaan tambahan ditengah terbengkelainya beberapa program prioritas yang konon sedang diurus tapi belum membuahkan hasil. Mulai organisasi keperawatan yg masih carut-marut sampai rancangan undang-undang keperawatan yang mangkrak.

Kalau sekedar keterbatasan finansial, saya kira bukanlah persoalan ya perlu dibesar-besarkan, mengingat jumlah perawat di negeri ini yang tidak kurang dari 1 juta perawat yg tersebar di seluruh nusantara. Artinya kalau kita mau iuran seribu rupiah saja, maka akan terkumpul dana 1 milyar.

Kembali ke permasalahan softwer. Kalau pembuatan softwer ini tidak difasilitasi dalam skala nasional, maka akan muncul aplikasi versi rumah sakit A, B, C dan seterurnya, kemudian mereka merasa mempunyai dan memiliki lisensi terhadap softwer dimaksud, belum lagi kalau diklaim oleh pihak diluar keperawatan, akan seberapa banyak lagi aset keperawat yang akan dicaplok oleh profesi lain?

February 14, 2008

VARICELLA

Filed under: Uncategorized — ahmadrofiq @ 10:00 am

(Chiken Pox/ Cacar air)

Penyebab virus varicella
• Cara penularan melalui percikan ludah, kontak langsung dengan barang yang digunakan penderita, udara.
• Biasanya menyerang anak dibawah 10 tahun meskipun dapat juga menyerang orang dewasa.
• Pada anak dengan daya tahan tubuh cukup, penyakit ini bersifat ringan dan jarang menimbulkan komplikasi, tetapi pada anak dengan immunodefisiensi, maka penyakit inidapat menimbulkan komplikasi bahkan kematian.
• Virus varicella termasuk golongan herpes virus yang disebut varicella herpes virus (VZV)
• Kontak pertama dengan virus varicella akan menyebabkan penyakit varicella, kontak berikutnya yang muncul adalah herpes zoozter
• Sebenarnya varicella akan menimbulkan kekebalan yang permanen kecuali pada anak dengan immunodeficiency atau pada anak yang mendapatkan pengobatan immunosupresif (hipostatiska)
• Virus yang masuk ke dalam tubuh umumnya melalui saluran pernapasan, kemudian masuk ke sirkulasi darah dan kelenjar getah bening dan akan berahir dengan manifestasi dengan kulit.
• Mula-mula akan membentuk peradangan pada folikel kult dan glandula sebasea, kemudian membentuk makula (bentuknya hampir rata dengan sekitarnya) yang berkembang cepat menjadi papula (bentuknya lebih menonjol) dan berubah lagi menjadi vesikula (papula yang berisi cairan) dan ahirnya mengering menjadi krusta
• Pada lapisan mukosa, terbentuknya makula, papula dan vesikula tidak akan menjadi krusta , namun biasanya vesikula akan pecah membentukluka yang terbuka, tetapi luka tersebut aka sembuh dengan cepat
• Gambaran Klinik
• Masa inkubasi 10-21 hari
• Diikuti stadium prodromal/ kaalis dengan tanda-tanda demam tidak tinggi, badan lemah, kadang-kadang batuk, sakit kepala, anorexia, eritema (bintik meah pada kulit
• Diikuti stadium erupsi yaitu eritema pada kulit akan berkembang dengan cepat. Dalam bebeapa jam akan berubah menjadi makula, papula, vesikula yang mudah pecah, yang kemudian kering dan menjadi krusta

Penyebaran
• Biasanya dimulai dari badan (dada), menyebar ke wajah dan ekstremitas.
• Bentuk makula, papula, vesikula dan krusta dapat terjadi pada waktu yang sama. Bila terjadi infeksi skunder, cairan vesikula yang jernih akan berubah menjadi nanah lymfodenopati

Diagnosa Banding

Variola (cacar)
Di Indonesia sudah dinyatakan bebas penyakit cacar sejak 1994
Gejala: dmem tinggi, terjadi vesikula yang monomorf (seentak diseluruh tubuh, termasuk telapak tangan dan kaki), lukanya lebih dalam, jika sembuh dapat mengakibatkan bopeng, sering disertai infeksi skunder dan komplikasi yang menyebabkan kematian

Impetigo
Biasanya vesikula lebih besar dan cepat menjadi pustula, letaknya dimana saja dan tidak menyerang mukosa

Scabies
Pada scabies papula sangat gatal, leaknya di sela-sela jari tangan, siku, tapi bisa juga di seluruh tubuh. Dengan menggunakan mikroskop dapat dilihat penyebab yaitu dengan menggunakan Sarkon Test

Komplikasi
• Infeksi skunder akibat streptococcus dan staphylococcus dapat menyebabkan furunkel dan menyebabkan selulitis
• Encephalitis, insidennya 1:1000, gejalanya susah tidur, nafsu makan menurun, irritable, sakit kepala, gerakan abnormal pada lengan dan tungkai, pasien dapat meninggal setelah 30 hari
• Pneumonitis, dapat dijumpai pada immunodefisiensi dengan gejala demam tinggi, sesak napas, batuk dan cyanosis
• Komplikasi lain seperti hepatitis, arthritis, miocarditis

Pengobatan
Tidak ada obat-obatan yang digunakan hanya obat-obatan anti virus.
Pencegahan dengan imunisasi aktif

THALASEMIA

Filed under: Uncategorized — ahmadrofiq @ 9:59 am

Merupakan penyakit genetik yang sering ditemukan di Indonesia
• Sering disebut kongenital herediter, kelainan bawaan yang diturunkan yang akan muncul pada kromosam carier
• Penyakit ini akan diderita seumur hidup dan dapat menimbulkan masalah pada sisi medis maupun sosial dan ekonomi
• Penderita membutuhkan transfusi darah seumur hidupnya
• Pada talasemia berat kematian dapat terjadi pada masa kanak-kanak
• Frekuensi talasemia di Indonesia sampai 3% sehingga diperkirakan ada 2000 kasus baru setiap tahun
• Karena talasemia merupakan masalah kesehatan yang dibawa seumur hidup dan diturunkan oleh generasi berikutnya, maka yang terpenting adalah melindungi perlindungan sebelum kelahiran
• Perawatan talasemia memerlukan biaya tinggi dan perawatan tersebut tidak bersifat menyembuhkan
• Akibat talasemia dengan terapi tranfusi dapat mengakibatkan penumpukan Fe yang banyak (hemosiderasis). Fe yang banyak pada jantung dapat mengakibatkan gagal jantung

Pengobatan: injeksi chelating agent intra vena

Analisis
• Keluhan yang timbul pada sebagian anemia pada umumnya adalah: perut buncit akibat hepatomegali terutama splenomegali. Daerah limpa dapat diukur dengan metode chuffner
• Keluhan lain yang sering timbul: pucat, anoreksia, splenomegali, perut membesar
• Keluhan ini dapat muncul padu usia 6 bulan.
• Pada pemeriksaan selain pucat bentuk muka vacies cooley/ rodent like appenance (dua gigi seri lebih ke depan seperti binatang pengerat)
• Dapat ditemukan ikterus, gangguan pertumbuhan dan hepatomegali.

Pemerikasaan Laboratorium
• Hb rendah
• Morfologi eritrosit: anisositasi (ukuran eritrosit lebih kecil), poikiolosotosis (bentuknya bermacam-macam: bulat, lonjong, sabit), sel target (bentuknya seperti target/ kaya obat nyamuk bakar), normoblast (eritrosit muda)
• Pada pemeriksaan hitung jumlah leukosit hampir sama dengan eritrosit
• Normoblast yang lebih tua adalah retikulosit
• Hb F dan Hb A untuk pemeriksaan khusus

Newer Posts »

Powered by WordPress